TANGISAN YANG DIRINDUKAN !

TANGISAN YANG DIRINDUKAN !

Oleh : Rifyal Luthfi MR

       Menangis merupakan bagian dari kehidupan manusia, karena menangis memang hal fitrah dari kehidupan manusia. Di dalam Al-Quran yang berkedudukan sebagai petunjuk utama hidup bagi umat manusia pun juga menyinggung perihal menangis dalam beberapa ayatnya.

        Pertanyaan kita adalah: Pernahkah seumur hidup menangis karena Allah? Menangisi dosa-dosa kita? Menangisi kelemahan kita di hadapan Allah?

        Kita tidak bisa tiba-tiba menangis karena Allah begitu saja, kita tidak bisa merencanakan tangisan ini, kita tidak bisa menangis sesuai keinginan kita. Akan tetapi tangisan ini, timbul karena takut kepada Allah, bergetar hati karena nama Allah disebut dan berguncang jiwanya ketika mengingat maksiat dan dosa yang kerap di lakukan, oleh karena itu inilah tangisan keimanan, tangisan kebahagiaan dan tangisan hanifnya jiwa.

        Firman Allah swt: “Sesungguhnya orang-orang yang beriman itu adalah mereka yang apabila disebut nama Allah gemetarlah hati mereka dan apabila dibacakan kepada mereka ayat-ayat-Nya, bertambahlah iman mereka karenanya dan hanya kepada Rabb mereka, mereka bertawakkal.” (QS. Al-Anfal: 2)

        Dari Haani’ Maula Ustman ra. berkata,  “Utsman jika berada di suatu kuburan, ia menangis sampai membasahi jenggotnya. Dikatakan kepadanya, “disebutkan surga dan neraka engkau tidak menangis, tetapi engkau menangis karena ini?”. Beliau berkata, sesungguhnya Rasulullah Saw. bersabda, “Sesungguhnya kubur adalah tempat persinggahan pertama dari beberapa persingggahan di akhirat, jika ia selamat maka ia dimudahkan, jika tidak selamat maka tidaklah datang setelahnya kecuali lebih berat.

        Bagaimana kita bisa bangga menisbatkan diri sebagai muslim yang beriman, tetapi kita tidak pernah merasa takut kepada Allah, air mata mengering, seolah-olah merasa aman dengan maksiat dan dosa yang di lakukan. Beginilah ciri seorang yang beriman (mukmin) sebagaimana sabda Nabi Muhammad Saw., “Sesungguhnya seorang Mukmin itu melihat dosa-dosanya seolah-olah dia berada di kaki sebuah gunung, dia khawatir gunung itu akan menimpanya. Sebaliknya, orang yang durhaka melihat dosa-dosanya seperti seekor lalat yang hinggap di atas hidungnya, dia mengusirnya dengan tangannya, maka lalat itu terbang.”

        Perhatikan pula sabda Rasulullah saw.: ”Ada tiga mata yang tidak akan disentuh oleh api neraka, yaitu: mata yang cedera karena perjuangan menegakkan agama Allah, mata yang berjaga (baik siang maupun malam) untuk menegakkan agama Allah, dan mata yang menangis karena takut kapada Allah”. ( HR. Al-Hakim, dari Abu Hurairah ra.)

Hasbunallah wani`mal wakil