POSTUR TUBUH SETAN

POSTUR TUBUH SETAN

Oleh: Rifyal Luthfi MR

        Tahukan bahwa setan mempunyai postur tubuh yang berbeda-beda; ada yang besar, ada pula yang kecil, sesuai dengan kelasnya. Jika manusia yang hendak digoda dan dijerumuskan itu lemah (imannya), maka setan yang diutus juga dari kelas yang ketiga (kecil). Dan jika orang yang hendak dijerumuskan itu agak kuat, maka setan yang diutus tentu juga yang lebih kuat.

        Setan orang yang beriman itu lemah, sangat lemah. Dikatakan, “Setannya berasal dari yang paling kurus, kerempeng, dan lemah, seperti unta yang kurus kerempeng. Karena, setiap kali setan ini hendak menjerumuskan hamba yang beriman ini, dia mengucapkan istighfar (meminta ampun kepada Allah), dan dia kembali kepada jalan yang benar serta bertaubat kepada Allah. Bangunan setan pun roboh bersamanya.”

        Dan jika dia hendak masuk ke dalam rumah, setan memotong semua tali dan melarikan diri. Setan senantiasa berada dalam pergolakan yang berkesinambungan dengannya.”

        Di antara orang-orang yang beriman ada yang tidak mampu digoda dan dijerumuskan oleh setan untuk selamnya. Setan senantiasa berusaha dan berusaha, namun akhirnya dia membiarkan karena ketidak mamapuannya. Sedangkan orang-orang biasa, setan mampu menggiringnya ke kiri dan ke kanan.

        Abdullah bin Abbas ra. berkata: “Setan selalu menjangkiti hati manusia. Dia datang seperti ular. Begitulah, dia selalu menjangkiti hati manusia. Jika manusia diam dan terlena, setan akan menggoda. Dan jika manusia berdzikir kepada Allah, setan akan melarikan diri. Dia berjalan pada diri manusia bersama setiap aliran darah.”

        Rasulullah saw. bersabda, “Setiap kalian mempunyai qarin (sobat) yang diwakilkan pada dirinya.” (maksudnya, sobat dari kalangan setan). Para sahabat bertanya, “Anda juga demikian, wahai Rasulullah?! Rasulullah saw. menjawab, “Aku juga demikian, akan tetapi Allah senantiasa menolongku untuk menghadapinya, sehingga aku selamat.“

        Allah senantiasa menolong beliau menghadapi tipu daya setan, sehingga beliau selamat. Beliau mendeklarasikan Islam dan beliau senantiasa menyuruh kepada kebaikan. Sedangkan kita, qarin kita selalu bersebrangan dengan kita. Akan tetapi kita bisa menjaga diri kita dari tipu dayanya dengan banyak mengkaji ayat-ayat Al-Quran dan hadits-hadits Rasulullah saw. serta berlindung kepada-Nya dari godaannya yang terkutuk.

Hasbunallah wani`mal wakil